Artikel Pembangunan Internasional

This is one of my writing for International Development Subject. Please Enjoy…..

Amerika Serikat di Tahun 2008
Proses pembangunan di Amerika Serikat sedikit mengalami gangguan dan perlambatan sejak tahun 2008 ini. Amerika Serikat memasuki tahun 2008 dengan berbagai kondisi yang tidak menguntungkan, diantaranya adalah krisis perumahan atau yang lebih dikenal sebagai sub-prime mortgage crisis, dan menurunnya nilai tukar dolar. Pada bulan Februari, 63000 orang kehilangan pekerjaannya, pemberi pinjaman perumahan terbesar di Amerika -IndyMac- mengalami kebangkrutan, dan hal ini diperparah dengan jatuhnya dua organisasi ekonomi terbesar di dunia, yaitu Bear Stearns dan Global Insight. Berdasarkan fakta-fakta ini, para ahli menyatakan bahwa pada tahun 2008 ini, Amerika Serikat telah memasuki masa resesi ekonomi, yang mungkin dapat mencapai kisaran 40%.
Ada berbagai faktor yang dipercaya menyebabkan terjadinya resesi ini, dimana sebagian besar pendapat setuju bahwa semua lapisan (baik masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah), ikut ambil bagian dalam resesi ini. Dari sudut pandang masyarakat, mereka terlalu ’dimanjakan’ dengan mudahnya memperoleh pinjaman, sehingga mereka telah membelanjakan uang melewati batas yang mampu mereka bayar. Di tengah meningkatnya harga minyak dan menurunnya nilai dolar, kebutuhan untuk melakukan peminjaman akan semakin tinggi, dan hal itu didukung oleh kemudahan mendapatkannya. Konsumerisme yang sangat tinggi, diluar batas kewajaran inilah yang akhirnya berakhir dengan resesi.
Seperti yang tertera di atas, pihak swasta, seperti bank dan pemberi pinjaman, juga dianggap bersalah karena terlalu ’murah hati’ dalam memberikan pinjaman. Mereka memberikan pinjaman yang besar bahkan pada orang yang jelas-jelas tidak akan mampu membayarnya. Akibatnya, banyak penyitaan yang harus dilakukan untuk menutupi kerugian, sedangkan hutang kartu kredit yang belum tentu terbayar telah mencetak rekor tersendiri, yaitu sebesar 915 milyar U$ dolar.
Pemerintah juga tidak lepas dari tuduhan ini. Para ahli menyatakan bahwa pemerintah hanya ’berdiam diri’ dan membiarakan resesi ini terjadi tanpa melakukan tindakan apa-apa. Pemerintah seharusnya menetapkan kebijakan atau peraturan khusus, terutama yang berkaitan dengan pemberian pinjaman, untuk mengendalikan dan membatasinya. Jika keruntuhan Uni Soviet pada masa Perang Dingin dianggap sebagai kegagalan sistem ekonomi terpusat yang dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah, maka resesi ekonomi kali ini dianggap sebagai kegagalan sistem ekonomi ’perdagangan bebas’ dimana pemerintah tidak melakukan tindakan yang seharusnya. War on Terror yang dilakukan oleh Amerika Serikat, serta berbagai ’aktivitas’ nya di Timur Tengah juga ikut memperparah kondisi ini. Peperangan yang terus berlangsung telah menghabiskan dana yang sangat besar, selain menyedot sumber daya manusia dan sumber daya alam yang tidak kalah jumlahnya. Namun pemerintahan Bush tetap bersikeras untuk menyelesaikan ’urusan-urusannya’ di daerah Timur Tengah, sebelum masa jabatannya habis November nanti.
Meskipun resesi kali ini dianggap sebagai resesi yang tidak terlalu ’berbahaya’ dalam sejarah Amerika Serikat, namun resesi tahun 2008 ini kemungkinan besar akan menjadi resesi terpanjang dan paling sulit ’diobati’. Ada empat faktor utama yang menjadi alasan dibalik bertahannya resesi ini, yaitu :
1. Menurunnya sektor perumahan, hal ini disebabkan oleh pemberian pinjaman yang ’berlebihan’ bagi para konsumen perumahan tanpa syarat-syarat tertentu. Hal ini pada akhirnya memberikan kerugian pada pihak bank, dan para konsumen pun tidak dapat melunasi pembayaran tempat tinggalnya, yang berakibat pada hancurnya sektor perumahan di Amerika Serikat.
2. Credit crunch, sebagai akibat dari sub-prime mortgage crisis tersebut, bank dan pihak pemberi pinjaman lainnya mengambil tindakan dengan memperketat proses dan pemberian pinjaman bagi warga Amerika, yang semakin memperburuk kondisi perekonomian masyarakat.
3. Biaya bahan bakar dan makanan yang semakin tinggi. Seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia, dan krisis pangan yang sedang terjadi, Amerika Serikat juga megalami permasalahan yang sama seperti masalah yang dihadapi negara-negara lain di dunia ini, yaitu meningkatnya harga bahan bakar dan pangan.
4. Melemahnya pasar buruh.

Banyak hal yang mungkin akan terjadi menyusul resesi ekonomi ini. Beberapa tahun ke depan, pemerintah Amerika Serikat mungkin akan melakukan nasionalisasi, baik sebagian atau keseluruhan, dari sektor kesehatan dan sektor finansial AS. Meskipun tidak akan ’menghancurkan’ Amerika Serikat sepenuhnya, resesi ini memiliki dampak yang luas bagi berbagai lapisan penduduk. Para penduduk kelas ’bawah’ dan menengah akan mengalami dampak yang paling buruk, sedangkan penduduk kelas atas akan dapat melalui masa resesi ini tanpa kesulitan yang berarti. Seiring dengan menurunnya nilai tukar dolar, pendapatan AS akan mengalami penurunan, maka kemungkinan besar AS akan lebih banyak mengekspor dibandingkan mendatangkan barang dari luar negeri. Hal ini bertujuan membayar hutang luar negeri, dan mengatasi defisit perdagangan, dengan konsekuensi bahwa harga-harga barang impor akan mengalami kenaikan pesat, dikarenakan jumlah impor yang dikurangi. Dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masyarakat akan lebih sulit memperoleh pinjaman, dikarenakan bank dan pemberi pinjaman memberlakukan sistem yang lebih ketat dalam memberi pinjaman, Hal ini tentunya akan semakin menurunkan daya beli masyarakat, dan berdampak pada lesunya sektor perekonomian AS.
Untuk mengatasi resesi ini, ada banyak hal yang sebaiknya dilakaukan oleh pemerintah Amerika Serikat, diantaranya :
1. Mengalokasikan pengeluaran yang lebih besar untuk memberikan bantuan pada masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Hal ini juga harus disertai dengan reformasi besar-besaran terhadap sistem asuransi bagi pengangguran. Dua langkah ini bertujuan untuk memperpanjang durasi keuntungan, menuupi ’pendapatan yang hilnag’ dengan persentase yang lebih besar, serta menjangkau para pekerja yang dikategorikan sebagai pekerja paruh waktu, sementara, atau pegawai kontrak. Bantuan jug aharus dialokasikan untuk sektor kota dan negara bagian. Dalam kondisis resesi seperti ini, pajak pendapatan dari kota maupun negara bagian akan mengalami penurunan dikarenakan melemahnya aktivitas ekonomi. Diharapkan pemerintah pusat dapat memberikan bantuan dalam segi infrastruktur seperti pembangunan sekolah, jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan perbaikan lingkungan. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa setiap milyar dolar yang digunakan untuk konstruksi lokal dapat mengahsilkan setidaknya 14.000 hingga 47.000 lapangan pekerjaan.
2. Pemerintah juga diharuskan untuk memperbaiki ’kekacauan’ di sektor perumahan. Seperi yang telah dibahas berkali-kali, sektor perumahan merupakan salah satu elemen utama dalam resesi ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh bank, tetapi juga oleh lebih dari dua juta pemilik rumah, dan para penduduk di sekitarnya yang akan menghadapi pebnurunan nilai jual rumahnya. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan in adalah dengan mendirikan Home OwnerLoan Corporation yang baru, yang diharapkan dapat menyelamatkan jutaan penduduk dari penyitaan.
3. Mengubah ’jalur’ pekerjaan, pedapatan, dan economic security. Selama Tiga dekade belakangan, Amerika Serikat menghadai pendapatan yang stagnan, economic insecurity yang semakin meningkat, serta melambungnya harga barang-barang kebutuhan. Oleh karenanya perlu ada pembaharuan dalam sistem kapitalis ini untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Untuk melakukannya diperlukan sistem pajak yang progresif, pengaturan ulang peraturan-peraturan, serta pengeluaran publik dalam skala yang lebih besar.

Advertisements

One thought on “Artikel Pembangunan Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s