They just not that into me…

A while ago i have posted about the compatibility between me and toilets…and now i remember that there are still some untold stories concerning this subject….

Yang pertama terjadi waktu saya masih kelas 5-6 SD mungkin ya…Saya dan orang tua saya lagi makan sore di franchise fastfood yang maskotnya badut mengerikan berbaju kuning…lokasinya di bilangan buah batu, Bandung…di tengah2 makan cheseeburger, seperti biasa, perut saya ga sabar buat mencetak hasil produksi mereka…langsunglah saya pergi ke toilet lantai 1 di deket counter…terlena dengan keadaan toilet yang bersih dan rapi, saya langsung saja memborbardir kloset putih yang sebenarnya desainnya cukup asing buat saya…dan keasingannya itu ternyata berdampak buruk buat saya….

Di penghujung acara, setelah akal sehat saya yang sebelumnya dikaburkan oleh hasrat menggebu-gebu telah kembali, barulah saya sadar kalo kloset nya tidak memiliki tangki air seperti kloset pada umumnya, karena tak ada tangki air, otomatis tak ada tuas flush yang seharusnya terintegrasi di tangki tersebut..di ujung pangkal lubang kloset itu, justru ada seperangkat tuas perak yang mencurigakan…disinilah saya bingung setengah hidup, apa yang harus saya lakukan?? rudal2 tomahawk yang saya jatuhkan masih mengambang dengan indah di dalam kloset, tanpa ada mekanisme untuk menenggelamkannya, selain itu, saya juga tidak menemukan ember, keran atau gayung, yang seharusnya menjadi perlengkapan wajib di sebuah toilet, sehingga saya juga tidak bisa kabur dari toilet, karena belum membersihkan ‘Peluncur’ misil2 tersebut…pada saat itu, mungkin saya mengalami apa yang disebut claustrophobia, dimana ruang sempit toilet itu seakan-akan mengurung saya, dan saya tidak bisa melarikan diri dari cengkramannya….(no, it’s nothing like that)

Alhasil, saya terjebak di toilet itu sekitar 15 menit,  memikirkan bagaimana nasib saya jika terkurung di toilet ini seumur hidup…karena tak mau itu terjadi, saya mulai mengaktifkan mode MacGuyver di dalam diri saya, dan saya mulai menyadari keberadaan gulungan tisu di dinding, dan tempat sampah plastik tak jauh dari sana….dengan insting hewan liar yang saya miliki, segeralah saya mencabik-cabik2 berlembar-lembar tisu itu, kemudian mengelapkannya kepada ‘you know what’…saya menghabiskan banyak sekali tisu, lembaran2 awal tentu saja berubah menjadi warna kuning kecoklatan, dan saya terus melakukan siklus robek-lap-buang berkalki kali, sampai akhirnya set lembaran terakhir yang saya gunakan tidak mengalami perubahan warna, yang berarti “itu” sudah bersih…satu masalah terselesaikan, but another remains….sisa2 limbah biologis itu masih teronggok manis di lubang kloset..well, i still don’t know how to flush it, so my idea was to close the lid, and walk away instantly…and i did it..hahahaha

beberapa tahun kemudian, barulah saya tau, bahwa ternyata toilet seperti yang saya temui itu memang wajar dan umum di negara2 maju seperti Eropa, Amerika, Jepang, dan lain2….ternyata tisu gulung yang ada di situ memang disedikan untuk mengelap, hanya saja, ada satu bagian yang saya lewatkan, dimana salah satu tuas di kloset itu berfungsi untuk memunculkan semacam ‘pancuran’ kecil yang akan menyemprotkan air ke arah ‘Itu’, dan barulah kita mengelapnya  dengan tisu ^_^..selain itu, salah satu tuas juga berfungsi untuk memflush benda lunak berwarna coklat itu, hanya bentuknya memang berbeda, karena posisinya yang horizontal, bukan vertikal…berkat kejadian ini saya sadar, bahwa dunia perklosetan ternyata lebih luas dan dalam dari yang saya kira, dan memiliki dinamika yang sangat tinggi, dimana model dan fungsinya terus mengalami perkembangan dan fluktuasi dari waktu ke waktu….

dua cerita selanjutnya tidak semengerikan yang pertama, tapi pasti bermanfaat untuk anda..yang pertama, saya pernah masuk ke toilet yang pintunya tidak bisa dikunci, sehingga saya harus berjongkok sambil tetap menahan pintu dengan satu tangan….tentu saja bagian tersulit adalah saat harus membersihkan ‘you know what’ dengan satu tangan….yang kedua adalah saya masuk ke suatu toilet, dan setelah mengeluarkan beberapa senyawa, barulah saya sadar bahwa tidak ada gayung di toilet itu….jadi untuk menyiram dan membersihkan saya harus menampung air di ember, dan menggunakannya selayaknya gayung…and it’s no fun at all…dan beberapa kali saya masuk ke toilet yang airnya tidak mengucur, sehingga beberapa kali juga saya harus melaksanakan taktik ‘hit and run’ (if you know what i mean)…*evil smirk

Intinya adalah,setiap anda masuk ke toilet, pastikan anda mengenal setiap fungsi dari seluruh perangkat di ruangan tersebut, pastikan kelengkapannya, juga yang terpenting, ketersediaan air…tidak lupa mekanisme penguncian ruangan….jangan sampai anda terjebak pada posisi no turning back seperti saya….^_^

 

Quote of the Day: “Know your enemy, know yourself, and you will win thousand battles” -Sun Tzu-

Advertisements

2 thoughts on “They just not that into me…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s