International Society

Scwarzhenberger (no, not the Android Governor) pernah mengatakan bahwa Hubungan Internasional adalah bagian dari sosiologi dalam lingkup internasional atau melintasi batas2 negara. Jika sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat, maka dari pernyataan barusan, kita bisa menarik kesimpulan bahwa yang dipelajari di HI –Hubungan Internasional- adalah ‘masyarakat internasional’ atau International Society. Berkaitan dengan ini, setelah sebelumnya kita memahami pengertian dan sejarah penamaan Hubungan Internasional, sekarang mari kita bahas, apa itu International Society, yang menjadi obejek sentral di jurusan ini, sesuai dengan bab2 dari buku Baylis yang baru saya selesaikan dua hari kemarin. Tulisan berikut ini merupakan pemahaman saya dari artikel milik David Armstrong yang berjudul “The Evolution of International Society”.

International Society telah ada jauh sebelum HI berdiri. Dalam perkembangannya, International Society ini tumbuh dan berkembang di masing2 benua dan kawasan di dunia ini. Meskipun demikian, istilah International Society baru dikemukakan oleh Hedley Bull pada entah taun berapa, untuk mennggambarkan sistem Negara yang dibangun oleh bangsa2 Eropa pasca Westphalia Agreement. Pengertian Yang diberikan Bull dan diterima oleh kalangan akademisi HI mengenai International Society adalah “Sekelompok Negara yang menyepakati nilai2 dan norma bersama, memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, serta berinteraksi satu sama lain berdasarkan nilai2 dan norma2 tersebut.” (kalo ga salah inget). Dengan pengertian seperti itu, maka sebenarnya International Society telah terbentuk sejak dulu, meskipun memang tidak terjadi dalam bentuk Negara, karena pada saat itu konsep Negara belum ditemukan. Untuk lebih jelasnya, mari kita ulas berbagai tahapan International Society yang terjadi di dunia ini.

Bentuk International Society yang pertama terjadi pada masa peradaban Mesir Kuno.  Dahulu kala, mesir terbagagi2 kedalam berbagai kerajaan, Akkadia (yang rajanya si The Rock a.k.a Scorpion King), Summeria, dan masih ada beberapa lagi. International Society di Mesir ini tidak hanya terjadi di antara kerajaan2 besar ini, tetapi juga antara mereka dengan penguasa2 yang tunduk pada mereka. Nilai2  dan norma2 yang disepakati oleh mereka meliputi perbatsan, pernikahan antar kerajaan, perdagangan, serta yang terpenting, hak dan kewajiban seorang warga kerajaan saat berada di wilayah kerajaan lain. Meskipun memang masih ‘kasar’ , International Society Mesir kuno ini memiliki karakteristik yang mirip dengan pengertian Bull.

Perkembangan International Society selanjutnya dapat dilihat seperti yang terjadi di Yunani, India, China, Jepang, dan Romawi. Yunani mungkin adalah International Society yang mengenalkan banyak konsep2 baru dan lebih beradab, seperti penyelesaian sengketa melalui arbitrasi, dan utusan diplomatik. Yang menjadi aktor di sini tidak lain adalah polis2 yang ada, seperti Athena, Sparta, dan lain2. Saya ga begitu inget dan tau seperti apa International Socitety di India, jadi langsung aja kita ke China. Di China, tentu saja udah pada tau film Red Cliff kan? Yups, Red Cliff menggambarkan International Society China yang dikenal dengan masa tiga Kerajaan. China dulu terbagi2 kedalam wilayah2 kekuasan keluarga2 tertentu (Cao, Sun, Liu, Yuan, dan masiiiib baanyaaak lagi, seperti banyaknya orang China di dunia ini.) yang paling dikenal mungkin ya Liu Bei, Cao Cao, dan Sun Quan..padahal masih banyak lagi kaya Yuan Shu, Gong sun Zan, Ziao Jhi, banyak deh. Pola interaksi mereka hampir sama seperti yang terjadi di Yunani. Kalo di Jepang, International Society muncul pada zaman Sengoku (Warring States). Hampir sama kaya China, jepang terbagi ke wilayah2 yang dikuasai Daimyo ato tuan tanah yang menguasai daerah masing2. Nobunaga di Owari, Chosokabe, di Shikoku, Masamune di Oushu, Takeda di kai, Uesugi di Echigo, Azai di lupa apa, dan lain2.

International Society ‘klasik’ atau ‘kuno’ yang udah disebutin di atas memiliki kesamaan yang membedakannya dengan Internasional Society Modern. Yang pertama, Nilai2 dan norma2 yang menjadi ‘pedoman’ mereka dalam berinteraksi, berasal dari kepercayaan dan agama. Di mesir, udah pasti berbagai nilai dan norma2 itu didasarkan pada petunjuk2 para Dewa semacem Osiris, Horus, dkk, yang disampaikan oleh pendeta kuil2 besar. Di Yunani juga sama seperti itu, seperti halnya India. Selain nilai dan norma2, agama dan kepercayaan juga menentukan sanksi yang akan diberikan kepda pihak yang melanggar nya.. kalo di China dan Jepang, Kaisar dan Keshogunan sama2 dipilih melalui upacara tertentu, otulah mengapa pemimpin utama di kedua area itu diasosiakan dengan langit, pilihan Tuhan, dll..

Yang kedua, interaksi diantara unit2 dalam International Society tersebut, didominasi oleh perebutan kekuasaan, konflik, pokonya politik yang sifatnya power-relation. Contohnya Peloponesian War, di Yunani, Melian Dialogue, dan pertempuran unifikasi yang konstan terjadi di China dan Jepang.

Selanjutnya, meskipun telah mengenal dan menerapkan sistem utusan diplomatik, belum ada perlakuan khusus dan ‘beradab’ terhadap utusan2 itu. Masih inget sama utusan Xerxes yang ditendang Leonidas di film 300?…ato utusan Shu yang kepalanya dipenggal sama Cao Cao setelah nyampein pesan?..that’s what happened to the earlier Diplomatic Envoys.

Setelah masa International Society Klasik itu, muncul International Society era Kristen dan Islam, tapi saya ga terlalu paham,jadi kita lanjut aja ke International Society Modern. IS modern ini berpusat di interaksi antara negara2 Eropa, terutama setelah mereka mengenal konsep Negara. Mereka memanfaatkan konsep ini untuk menggambarkan adanya prinsip2 kedaulatan, otonomi, dan territorial. Pemahaman mengenai International Society inilah yang menjadi dasar bagi salah satu mahzab ternama di Hubungan Internasional, yaitu English School. Mahzab ini menganganggap bahwa International Society yang eropa centris ini merupakan komunitas tersendiri, dan negara2 yang berada di luar Society ini merupakan masyarakat yang belum beradab. Dengan alasan ini juga, selain mengatur norma2 dan nilai2 yang melandasi interaksi internal, mereka juga menentukan norma2 yang melandasi hubungan mereka dengan pihak luar, pada umumnya Negara jajahan mereka. Mereka bahkan menentukan hak dan kewajiban penduduk di negara2 jajahan mereka. Untuk alasan inilah English School dikritik telah melegalkan dan mendukung proses kolonialisasi terhadap negara2 miskin.

Berbeda dengan pendahulunya, International Society modern ini memiliki karakteristik sebagai berikut: Nilai2 dan norma2 yang ada tidak lagi bersumber dari agama dan kepercayaan, melainkan melalui kesepakatan dan perundingan bersama, yang dimanifestasikan dalam bentuk Hukum Internasional, yang juga menentukan sanksi terhadap pelanggaran2 yang ada. Sifatnya tidak lagi didominasi oleh power relation, meskipun masih ada beberapa peristiwa seperti itu (kaya Perang Dunia 1 dan 2). Perlakuan terhadap utusan diplomatik mangalami perbaikan, dimana pada masa ini, untuk pertama kalinya Italia menerapkan sistem Duta Besar, dangan lokasi permanen di suatu Negara, yang saat ini kita kenal dengan Kedutaan Asing. Sistem ini segera diadopsi oleh negara2 Eropa lain. Kemuadian mulai diberlakukan juga kekebalan diplomatik pada para utusan ini, untuk mencegah pemenggalan semena2 bagi para utusan.

Lalu bagaimana dengan International Society di masa kini? Terutama pasca globalisasi mengalami intensitas yang sangat tinggi?.. Mulanya, Yang namanya Intenational Society itu, seperti halnya masyarakat pada umumnya, terbentuk oleh sekelompok orang (dalam hal ini Negara), yang memiliki kesamaan identitas, latar belakang, kepercayaan, Nilai dan Norma, dan terkadang kedekatan atau kesamaan geografis. Conothnya ya yang sudah disebutin di atas, International Society yang terbentuk selalu berisikan orang2 dari Ras yang sama kan? Begitu juga agama yang dianut, sistem kebudayaan, dan sistem sosialnya. Tetapi hal ini mulai bergeser setelah Negara2 yang dulu jadi jajahan Eropa mulai menyatakan kemerdekaannya. Merka juga mulai menganggap dirinya sebagai bagian dari International Society, sehingga pengertian IS meluas tidak hanya meliputi negara2 Eropa saja. Namun hal ini jugalah yang menjadi paradox dan terkadang menimbulkan masalah, karena Hukum Internasional saja tidak bisa menjadi pemersatu bagi unit2 dengan latar belakang yang begitu berbeda, yang menjadi syarat utama terbentuknya suatu society. Hal ini lah yang disebut dengan clash of civilization oleh Samuel Huntington. Namun, International Society ini juga lah yang menjadi objek utama kajian Hubungan Internasional masa kini..So, enjoy…..

Quote hari ini: “A friend is one who has the same enemies as you have.” -Abraham Lincoln-

Advertisements

One thought on “International Society

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s