Pengaruh Penjajahan Jepang terhadap Konstruksi Sosok Hantu di Indonesia

Sounds like a skripsweet title isn’t it?.. Yupz, kali ini kita akan membahas sesuatu yang sangat saya benci, dan saya sukai pada saat bersamaan, yaitu hantu (benci) dan Sejarah jepang (suka). Di satu sisi, saya sangat sangat sangat sangat takut sama hantu, dan kawan2nya (yes, I’m a coward), meskipun saya belom pernah, pengennya sih ga pernah, ngeliat mereka. Di sisi lain, saya juga percaya bahwa hantu dan cerita yang mengikutinya, merupakan konstruksi manusia, yang sengaja dibentuk manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya untuk mengajarkan nilai moral dengan menakuti anak2 seperti ‘jangan keluar magrib2 nanti diculik wewe gombel” itu sebenarnya untuk mencegah anak2 keluar malam, karena bisa diambil penculik atau diserang hewan buas kan?.. ato untuk menyembunyikan kenyataan, seperti yang dilakukan oleh penjahat2 di Scooby doo yang menggunakan sosok hantu buat menakut nakuti dan menyamarkan kejahatan mereka. Yang jelas, saya tau bahwa cerita hantu berikut karakter2nya itu adalah rekaan manusia.

Oleh karena itu, kali ini saya akan mengupas mengenai pencitraan hantu di Indonesia, yang sebenarnya berakar dari para penajajah Jepang (menurut saya). Analisis berikut ini murni Hipotesa saya, jadi sangat disangsikan kebenarannya..hahahaha

Pernahkan kalian bertanya mengapa sosok hantu2 di Indonesia seperti ini? Jika dilakukan kuesioner, mungkin sosok yang paling sering muncul sebagai peran hantu adalah perempuan, baju putih, rambut panjang. Benar kan? Apakah anda pernah dengar teman anda yang menceritakan sebuah kisah hantu berkata “hantunya itu Cewe, rambutnya di coklat highlight, aga2 dilayer, terus pake overall jeans gitu” atau “pas gue noleh ke belakang, tiba2 ada cewe, rambutnya bob pake poni, pake tank top ama hotpants” atau “ ati2 lho, ntar pas naik motor, tiba2 ada cowo kekar pake baju fitness yang nebeng”..ga pernah. Sosok hantu secara general, selalu digambarkan dengan karakteristik cewe, rambut panjang (terurai), dan baju putih (biasanya dibayangkan sebagai dress panjang menutupi seluruh tubuh). Sosok inilah yang kemudian begitu berhasil dimanifestasikan oleh Suzanna dalam berbagai peran kuntilanak nya, dan kemudian dipermanis dalam film Si manis Jembatan Ancol oleh Diah Permatasari, dan berlanjut terus sampe sekarang, bahkan dalam film seks berbau horror yang sedang marak sekarang ini, sosok perempuan berambut panjang berbaju putih ini hampir tidak pernah absen di judul2 yang beredar.

Awalnya sih ga ada maslaha dengan itu, Cuma saya jadi bertanya, kenapa harus seperti itu sosok hantu di Indonesia? Dari mana asalnya? Jelas hantu ini bukan impor dari Barat, karena di sana yang muncul adalah hantu2 semacam werewolf, ampire, gargoyle, dll. Film2 horror barat tidak menampilkan wanita berbaju putih rambut panjang di dalamnya. Pertanyaan saya ini mulai terjawab saat saya menonton film The Ring dengan tokoh utama siapa lagi kalu bukan Sadako. Sadako memiliki penampilan yang tidak asing lagi buat kita pemirsa Indonesia, dengan rambut hitam panjang dan baju putihnya. Tetapi ini merupakan sesuatu yang baru dan mengerikan bagi masyarakat barat, sehingga dibuat remakenya. Saya sempat berpikir, jangan2 orang jepang terinspirasi film horror Indonesia..tapi kayanya ga mungkin…Saya baru mendapat jawaban pas main game Persona 4, dan ngelawan Musuh terakhir di game itu, yang digambarkan sebagai wanita berambut panjang berbaju putih…dan ternyata dia adalah…Izanami!!!

Buat sebagian besar dari kita, Izanami mungkin adalah nama yang terdengar asing, tapi bagi orang Jepang dan orang yang menggemari kebudayaan Jepang, Izanami pastilah pernah mampir di telinga kami. Izanami, bersama dengan Izanagi yang tidak lain adalah suaminya, merupakan dua dewa yang menciptakan Jepang. Izanagi akan menusukkan tombak miliknya ke laut sesuai dengan komando Izanami  dan setelah tombak itu diangkat, maka tetesan air dari tombak itu berubah jadi salah satu pulau Jepang. Saya inget pas pertama kali baca artikel mengenai mereka, dua dewa ini digambarkan memiliki rambut panjang (meskipun Izanagi itu laki2), dan berbaju kain putih.

Berikut adalah beberapa image Izanami yang baru aja saya googling

Setelah menciptakan Jepang, Izanami kemudian melahirkan Dewa-dewi yang memiliki tugas berbeda-beda, tetapi saat melahirkan Kagutsuchi si Dewa Api, Izanami mati terbakar, dan dikirim ke Yomi (underworld). Izanagi kemudian memutuskan untuk menyusul istrinya, tetapi saat sampe di Yomi, yang dilihat Izanagi adalah sosok Izanami yang udah hangus dan membusuk akibat pengaruh Yomi. Izanagi kemudian lari, tetapi dikejar oleh Izanami yang marah dan kecewa…Saat sampe di Yomotsu Hirasaka atau gerbang menuju Yomi, Izanami berteriak pada Izanagi, “Aku akan membunuh 1000 (ato 100 ya) manusia setiap harinya!” lalu Izanagi membalas “Kalau begitu aku akan menciptakan 1500 manusia setiap hari” sambil menutup germang Yomotsu Hirasaka. Janji ‘cinta’?!?!? keduanya inilah yang menjadi cikal bakal siklus hidup mati manusia di bumi.

Izanami di Persona 4

Izanami pasca Yomi, versi Persona 4

Karena Izanami dan Izanagi adalah dua tokoh paling awal dalam sejarah Jepang, maka saya mengambil kesimpulan bahwa Orang2 Jepang yang pertama kali mencoba mengkonstruksikan sosok menyeramkan, menggunakan Izanami sebagai ‘model’nya. Entah siapa yang memulainya, tetapi Izanami telah berhasil menempati klasemen teratas sebagai sosok menyeramkan. Dari prototype inilah lahir Sadako, ibunya Toshio, dan kawan-kawan..Lalu apa hubungannya dengan hantu Indonesia? Lagi2 saya mengambil kesimpulan sendiri, bahwa sosok hantu ini juga disebarkan di Indonesia, entah bagaimana caranya, saat jepang sedang menjajah Indonesia mulai tahun 1941-1945. Kita belum pernah denger ada Kuntilanak di zaman majapahit kan? Ato saat masa Taruma Negara? Itu karena Jepang belum membawa konstruksi hantu itu ke Indonesia.

Saya punya beberapa fakta yang memperkuat dugaan ini. Yang pertama, baik Izanami, sadako, maupun kuntilanak, ketigan2nya dikecewakan oleh laki2. Izanami oleh Izanagi, Sadako oleh ayahnya, Kuntilanak biasanya korban perkosaan (yang saya liat di film Suzanna) ato disiksa warga yang mayoritas laki2 (yang saya liat di Film Suster Keramas) ato ditinggal pergi oleh orang yang menghamilinya sampe dia disiksa warga (film suster keramas juga) (satu2nya film seks berbau horror yang pernah saya tonton emang Cuma suster keramas, and it sucks). Mungkin itulah salah satu pesan yang ingin disampaikan oleh konstruksi ini.

Yang kedua, Kuntil anak ato Sundel Bolong mati setelah melahirkan anaknya kan?…does it remind you of something?…yak, ini sama seperti izanami yang mati setelah melahirkan Kagutsuchi..

Yang ketiga, kenapa Kuntilanak versi Suzanna, juga versi Srimulat, dan beberapa versi lain digambarkan dengan dandanan Muka putih berbedak tebal dan lingkaran hitam di mata seperti eye shadow yang berlebihan? Itu mungkin terinspirasi dari penggambaran Izanami saat dipentaskan dalam Kabuki. Kabuki adalah pementasan musical tradisional Jepang, yang pemeran2nya memang menggunakan dandanan bedak tebal sehingga muka pemainnya putih seperti tembok, dengan daerah sekitar mata yang diwarnai. Di Indonesia, pewarnaan mata diubah menjadi hitam, mungkin untuk memperseram, ato make-up artis jaman dulu ga mau repot..hehe..Penampilan lain dari Kuntilanak atau sundel bolong adalah wajah yang rusak, mengelupas, kemerahan sampe menunjukkan daging, bahkan tengkorank dalam. Penampilan ini diambil dari penampilan Izanami saat telah terbakar dan membusuk di Yomi tentu saja..

Kira2 segitu kesimpulan yang bisa saya kemukakan, ga ada bukti otentik yang membenarkan memang, tapi ga ada bukti yang menyangkal juga…so, masih takut hantu wanita berambut panjang berbaju putih?… I am….

Quote hari ini: “All change is not growth, as all movement is not forward.” -Ellen Glasgow-

Advertisements

13 thoughts on “Pengaruh Penjajahan Jepang terhadap Konstruksi Sosok Hantu di Indonesia

  1. (INDRA)

    Ada om saya yang pernah bilang. Dulu Jepang memakai gosip2 mahluk halus agar masyarakat malas/takut keluar rumah. Ketika masyarakat takut keluar rumah, akan tidak ada pergerakan2 revolusioner yang mengancam pemerintahan.. konon ieu mah.. ghehe

  2. ardiwardhana says:

    @Ajay: kalo itu mah kayanya kreasi orang2 lokal jay, makanya ga kreatif bentuknya..hahahaha…mereka terinspirasi dari zombie ato mayat hidup, terutama dari sosok Vampir2 China. Karena kebudayaan Tiong hoa emang kental di Indo, banyak nganggep orang yang udah dikubur, bisa bangkit lagi jadi hantu. Nah karena di sini mayoritas kalo dikubur pake metode Islam, jadi pas bangkit ya bajunya begono. Sama kaya vampir China, cuma bedanya pakaian pas dikubur aja. Makanya dua2nya sama2 suka loncat2..hahahaha

    @Indra: wuiiih, thanks infonya Ndra, semakin mendukung nih jalan ceritanya jadi…masuk akal argumen Om nya…hohoho…

  3. didiidid says:

    huwahh!! keren bem artikelnya! 😀 hahaha..meskipun isinya cuma dugaan2mu,tapi bukti2nya lumayan kuat dan emang mendekati validitasnya sihh #tsaahh bahasanyeee..

  4. ardiwardhana says:

    Makasih Ya Ryo….(eh bener ga namanya Ryo?),,,,gambar kucing di header blognya lucu deh…semangat terus OSIS nya ya…^_^

  5. fue says:

    sepertinya yg anda tulis kurang tepat, sejarah kuntilanak sudah ada dari dulu dan turun temurun, jstru yg diherankan kenapa hantu jepang itu bergaun putih? setau sy dlm prosesi pemakaman org2 jpng tdk ada yg memakai gaun putih,sdng kan hantu indonesia mngkn2 saja karena org2 indonesia kan kl mati pakai kain kafan, kl mnrt saya mlh hantu jpng terinspirasi dr hantu2 luar negeri.. hantu indonesia itu asli dr sejarah dongeng dr para leluhur

    • ardiwardhana says:

      Hmm, mungkin saya memang melakukan kesalahn tidak mengobservasi lebih jauh mengenai legenda Kuntil anak, yang ternyata sudah ada sejak sebelum penjajahan Jepang dimulai. Namun ada beberapa koreksi yang perlu saya sampaikan terkait dengan pernyataan anda.
      Yang pertama, mayat yang dimakamkan di prosesi tradisional Jepang, memang memakai pakaian berwarna putih, yang digunakan untuk melewati . Sedangkan tradisi menggunakan kain kafan sendiri baru masuk ke indonesia, bersamaan dengan menyebarnya agama Islam. Sehingga sudah jelas,Jepang terlkebioh dahulu menggunakan tradisi ‘baju putih’. Meskipun sudah saya sebutkan di atas, hantu tidak selalu berasal dari arwah seseorang yang telah meninggal, seperti contoh Izanagi dan izanami ini. Dan lagi, jenazah2 di Indonesia tidak dipakaikan bedak dan kosmetik kan? seperti yang ada di film2 horror indonesia.
      So, saya tetap pada pendirian saya, dan berpendapat bahwa hantu ‘original’ keluaran Indonesia, masih terbatas pada Pocong….

  6. Reci azhari says:

    makasih yah…,tas kesimpulannya.klu perlu disebarkan dengan luas.jd banyak yang gak takut lagi ma kuntilanak dan ceritana seruya karna sudah bercampu dengan sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s