Good guy in a bad Society

Jadi orang baik itu jauuuuuh lebih sulit ketimbang jadi orang jahat….Ga percaya? well, ini ada satu cerita dari anaknya temen mama saya, yang bisa sedikit memberi gambaran…

Jadi, anak ini bernama Hanif (bukan nama sebenarnya)….serius, bukan nama sebenarnya…yang merupakan seorang mahasiswa kedokteran Universitas Gajah Mada (universitas sebenarnya)…

pada suatu hari, di tengah hari yang cukup terik, Hanif telah selesai menghadiri salah satu mata kuliahnya, dan beranjak ke tempat parkir. Disana dia disapa oleh seorang pria, begini kira2:

Pria yang nantinya diketahui ternyata adalah penipu (P): Mas, dari Bandung ya?

Hanif (H) : Iya mas

P : Saya liat plat nomernya D, sama kaya saya, saya juga dari bandung?

H : (dalam hati: terus, apa urusan guweh?) (Yang terucap: oh, gitu Mas?)

P: (tanpa basa basi, langsung memasang muka sedih, suara lirih) saya udah seminggu di Joga ja Mas, nyari kerja ga dapet2, ini udah 2 hari ga makan….

setelah beberapa saat bercerita mengenai kisah hidupnya yang mungkin sekelas skenario acara Jika aku menjadi atau Minta Tolong, P berkata bahwa dia ingin pulang ke Bandung, tapi tak ada ongkos….setelah itu, Hanif pun memberikan uang sebsar 30.000 rupiah untuk digunakan sebagai ongkos kereta Jogja-Bandung.

 

Seminggu kemudian, Hanif mendapat sms, “Mas, bisa ketemu di tempat kemarin? Saya lagi di Jogja sekarang, ada titipan dari ibu saya nih” (oh Iya, lupa bilang, seminggu yang lalu, setelah ketemu di parkiran, Hanif mengajak pria tersebut untuk makan di rumah makan di dekat kampusnya, ditraktir tentu saja)

setelah bertemu, pria tersebut menyerahkan sekeranjang jeruk pada Hanif..pada saat itu, Hanif belum menyadari bahwa harga yang harus dibayar olehnya untuk mendapat jeruk itu sangatlah besar….

Ternyata pria itu tidak emnyerahkan jeruk tersebut secara cuma2…dia berkata bahwa dia memiliki janji untuk bertemu dengan kerabatnya keesokan hari, dan dia tidak punya tempat menginap hari ini. Hanif yang tingkat kebaikannya memang melebihi orang lain, tanpa ragu menawarkan kamar kosannya untuk disinggahi pria tersebut….Dan di kamar kosan itulah pria tersebut menggagahi dan merebut segalanya dari hanif…..(jangan hiraukan kalimat terakhir)

Setelah sampai di kostan, kemudian berbincang2, tidak berapa lama Hanif memutuskan untuk mandi…dan seperti apa yang telah diduga oelh sebagian besar pembaca sekalian, sekembalinya dari kamar Mandi, Hanif sudah tidak mendapati keberadaan pria tersebut di kamarnya…Hanif tentu tidak merasa kehilangan pria itu, tetapi jelas dia merasa kehilangan laptop, barang2 elektronik, pakaian, furnitur, dan benda2 lain yang dibawa serta oleh pria itu…..

dan begitulah kejadiannya……

Saya tidak melarang para pembaca sekalian untuk nerhenti menjadi orang baik, tetepai tingkatkan lah kewaspadaan saat sedang melakukannya..Saya sendiri masih sulit untuk melakaukannya, dan sedikit bias dalam membedakan mana orang yang benar2 dalam kesusahan, atau orang yang senang melihat kita kesusahan….

DI satu sisi, saya ragu dia ini orang yang benar2 mengalami kesulitan..tetapi di sisi lain, jika cerita yang dia ceritakan itu memang benar, alangklah kelewatannya saya kalau tidak membantu sesuai kemampuan saya….oleh karena pemikiran ini, sudah 3 kali atau lebih saya jadi korban penipuan (mungkin)..karena setelah saya memerikan sejumlah uang, saya memiliki perasaan aneh bahwa saya baru aja masuk acara Kena Deh……

entahlah…

Waspadalah...waspadalah....

Quote hari ini: “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari si pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan…” -Bang Napi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s